As-Saffat
As-Saffat (Barisan-Barisan)
Makkiyah 182 Ayat
Deskripsi Surah
Surat Ash Shaaffaat terdiri atas 182 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al An'aam. Dinamai dengan Ash Shaaffaat (yang bershaf-shaf) ada hubungannya dengan perkataan Ash Shaaffaat yang terletak pada ayat permulaan surat ini yang mengemukakan bagaimana para malaikat yang berbaris di hadapan Tuhannya yang bersih jiwanya, tidak dapat digoda oleh syaitan. Hal ini hendaklah menjadi i'tibar bagi manusia dalam menghambakan dirinya kepada Allah.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالصّٰۤفّٰتِ صَفًّاۙ
Demi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Bila pada akhir Surah Yàsìn Allah menjelaskan keesaan dan kekuasaan-Nya pada hari Kiamat, pada permulaan surah ini Allah menegaskan bukti kekuasaan-Nya di alam raya. Demi rombongan malaikat yang berbaris bersaf-saf dengan rapi dalam melaksanakan tugas dan perintah Allah;
فَالزّٰجِرٰتِ زَجْرًاۙ
demi (rombongan) yang mencegah dengan sungguh-sungguh,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Demi rombongan malaikat yang mencegah dengan sungguh-sungguh pelaku tindakan menyimpang, dalam rangka menegakkan aturan dan keseimbangan alam;
فَالتّٰلِيٰتِ ذِكْرًاۙ
demi (rombongan) yang membacakan peringatan,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Demi rombongan malaikat yang membacakan ayat-ayat yang berisi peringatan dan pelajaran yang agung,
اِنَّ اِلٰهَكُمْ لَوَاحِدٌۗ
sungguh, Tuhanmu benar-benar Esa.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Sungguh, Tuhanmu yang berhak disembah benar-benar Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya baik dalam pekerjaan maupun sifat-Nya.
رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشَارِقِۗ
Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbitnya matahari.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dialah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan yang menciptakan tempat-tempat terbitnya matahari, bulan, bintang, planet, dan benda langit lainnya.
اِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِزِيْنَةِ ِۨالْكَوَاكِبِۙ
Sesungguhnya Kami telah menghias langit dunia (yang terdekat), dengan hiasan bintang-bintang.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Sesungguhnya Kami telah menghias langit dunia yang terdekat dengan bumi dengan hiasan bintang-bintang dan planet-planet yang begitu indah.
وَحِفْظًا مِّنْ كُلِّ شَيْطٰنٍ مَّارِدٍۚ
Dan (Kami) telah menjaganya dari setiap setan yang durhaka,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan Kami telah menjadikan bintang-bintang itu sebagai pelindung langit yang menjaganya dari setiap setan yang durhaka yang hendak mencuri dengar kabar-kabar masa depan.
لَا يَسَّمَّعُوْنَ اِلَى الْمَلَاِ الْاَعْلٰى وَيُقْذَفُوْنَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍۖ
mereka (setan-setan itu) tidak dapat mendengar (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dengan adanya penjagaan ketat terhadap setan-setan durhaka itu, mereka tidak dapat mendengar pembicaraan para malaikat yang akan menyampaikan wahyu kepada rasul-Nya. Dan mereka dilempari dengan benda langit yang menyala dari segala penjuru sehingga mereka tidak bisa menambah atau mengurangi wahyu yang akan diturunkan.
دُحُوْرًا وَّلَهُمْ عَذَابٌ وَّاصِبٌ
untuk mengusir mereka dan mereka akan mendapat azab yang kekal,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Kami lemparkan benda langit ke arah setan-setan durhaka itu untuk mengusir mereka dan mereka pun kelak akan mendapat azab yang kekal dan pedih di akhirat.
اِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَاَتْبَعَهٗ شِهَابٌ ثَاقِبٌ
kecuali (setan) yang mencuri (pembicaraan); maka ia dikejar oleh bintang yang menyala.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Setan-setan itu tidak dapat mendengar pembicaraan para malaikat, kecuali setan yang berhasil mencuri pembicaraan dengan cepat, maka ia dikejar oleh bintang yang menyala sehingga mereka pun terbakar.
فَاسْتَفْتِهِمْ اَهُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمْ مَّنْ خَلَقْنَا ۗاِنَّا خَلَقْنٰهُمْ مِّنْ طِيْنٍ لَّازِبٍ
Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah), “Apakah penciptaan mereka yang lebih sulit ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Usai menjelaskan bukti-bukti kekuasaan-Nya di alam raya, Allah beralih membuktikan kuasa-Nya dalam menciptakan manusia. Wahai Nabi Muhammad, maka tanyakanlah kepada mereka yang musyrik, “Apakah penciptaan mereka yang lebih sulit ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu yakni malaikat, langit, dan bumi seisinya?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan Nabi Adam, yaitu nenek moyang mereka dari tanah liat.
بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُوْنَ ۖ
Bahkan engkau (Muhammad) menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka menghinakan (engkau).
Tafsir Singkat (Kemenag)
Bahkan, wahai Nabi Muhammad, engkau menjadi heran atas keingkaran mereka terhadap risalahmu, hari kebangkitan, dan kekuasaan Allah, dan mereka menghinakan engkau karena keherananmu itu dan mereka pun menyepelekan hari kebangkitan.
وَاِذَا ذُكِّرُوْا لَا يَذْكُرُوْنَ ۖ
Dan apabila mereka diberi peringatan, mereka tidak mengindahkannya.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan apabila mereka diberi peringatan sebagimana yang dijelaskan dalam Al-Qur'an, mereka tidak mengindahkannya, bahkan berpaling darinya.
وَاِذَا رَاَوْا اٰيَةً يَّسْتَسْخِرُوْنَۖ
Dan apabila mereka melihat suatu tanda (kebesaran) Allah, mereka memperolok-olokkan.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan apabila mereka melihat suatu tanda kebesaran Allah berupa mukjizat yang diberikan kepada Nabi, seperti terbelahnya rembulan dan semisalnya, mereka memperolok-olokkan-nya.
وَقَالُوْٓا اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ ۚ
Dan mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan mereka berkata dengan nada sinis, “Wahai Muhammad, apa yang engkau tunjukkan ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”
ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ
Apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah benar kami akan dibangkitkan (kembali)?
Tafsir Singkat (Kemenag)
Mereka berkata pula, “Apabila kami telah mati dan jasad-jasad kami telah berubah menjadi tanah dan tulang-belulang yang lapuk dan hancur, apakah benar kami akan dibangkitkan kembali seperti semula?
اَوَاٰبَاۤؤُنَا الْاَوَّلُوْنَۗ
dan apakah nenek moyang kami yang telah terdahulu (akan dibangkitkan pula)?”
Tafsir Singkat (Kemenag)
dan apakah nenek moyang kami yang telah terdahulu mati akan dibangkitkan pula?”
قُلْ نَعَمْ وَاَنْتُمْ دَاخِرُوْنَۚ
Katakanlah (Muhammad), “Ya, dan kamu akan terhina.”
Tafsir Singkat (Kemenag)
Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada mereka, “Ya, Allah akan membangkitkan seluruh umat manusia, dan kamu akan dibangkitkan di hadapan-Nya dalam keadaan rendah dan terhina.”
فَاِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌ فَاِذَا هُمْ يَنْظُرُوْنَ
Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka melihatnya.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Membangkitkan makhluk yang sudah mati bukanlah hal yang sulit bagi Allah. Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja, yaitu tiupan sangkakala Israfil, maka seketika itu pula mereka melihatnya. Mereka akan menyaksikan betapa dahsyat hari Kiamat dan azab Allah.
وَقَالُوْا يٰوَيْلَنَا هٰذَا يَوْمُ الدِّيْنِ
Dan mereka berkata, “Alangkah celaka kami! (Kiranya) inilah hari pembalasan itu.”
Tafsir Singkat (Kemenag)
Bisa saja orang-orang musyrik dan kafir itu mengingkari hari kebangkitan, tetapi mereka pasti akan menyesalinya di akhirat nanti. Dan mereka berkata, “Alangkah celaka kami! Kiranya inilah hari pembalasan itu, di mana amal perbuatan kita akan diperhitungkan.”
هٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تُكَذِّبُوْنَ ࣖ
Inilah hari keputusan yang dahulu kamu dustakan.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dikatakan kepada mereka, “Inilah hari keputusan yang dahulu kamu dustakan. Pada hari ini Allah akan memberi keputusan dan balasan atas semua keingkaranmu.”
اُحْشُرُوا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا وَاَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوْا يَعْبُدُوْنَ ۙ
(Diperintahkan kepada malaikat), “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Allah menurunkan perintah kepada malaikat, “Kumpulkanlah orang-orang yang berbuat zalim kepada dirinya dengan berbuat syirik beserta teman sejawat mereka yang menjerumuskan ke dalam kekafiran, dan bawalah serta apa yang dahulu mereka sembah, yaitu patung dan sesembahan lainnya.
مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَاهْدُوْهُمْ اِلٰى صِرَاطِ الْجَحِيْمِ
selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Bawalah serta apa yang orang-orang musyrik itu sembah selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka dan giringlah mereka masuk ke dalamnya.”
وَقِفُوْهُمْ اِنَّهُمْ مَّسْـُٔوْلُوْنَ ۙ
Tahanlah mereka (di tempat perhentian), sesungguhnya mereka akan ditanya,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Allah memerintah malaikat, “Tahanlah mereka di tempat pemberhentian, sesungguhnya mereka akan ditanya tentang kebohongan dan dosa yang telah mereka lakukan di dunia.”
مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَرُوْنَ
”Mengapa kamu tidak tolong-menolong?”
Tafsir Singkat (Kemenag)
Orang-orang musyrik itu ditanya, “Mengapa kamu pada hari ini tidak saling tolong-menolong sesama kamu sebagaimana kamu saling bahu-membahu dalam berbuat ingkar?”
بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُوْنَ
Bahkan mereka pada hari itu menyerah (kepada keputusan Allah).
Tafsir Singkat (Kemenag)
Pada hari keputusan itu mereka tidak dapat saling membantu. Bahkan, mereka pada hari itu menyerah dan patuh pada keputusan Allah.
وَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَاۤءَلُوْنَ
Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling berbantah-bantahan.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Pada hari keputusan itu orang kafir dan musyrik tunduk menerima putusan Allah. Mereka saling bertengkar satu dengan lainnya. Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain, saling berbantah-bantahan dan menyalahkan.
قَالُوْٓا اِنَّكُمْ كُنْتُمْ تَأْتُوْنَنَا عَنِ الْيَمِيْنِ
Sesungguhnya (pengikut-pengikut) mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka), “Kamulah yang dahulu datang kepada kami dari kanan.”
Tafsir Singkat (Kemenag)
Sesungguhnya para pengikut di antara mereka berkata kepada para pemimpinnya, “Kamulah yang dahulu datang kepada kami dari kanan, yakni arah yang kami sangka membawa kebaikan. Kamu justru datang membawa tipu muslihat yang melenakan dan mengaku sebagai pihak yang benar.”
قَالُوْا بَلْ لَّمْ تَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَۚ
(Pemimpin-pemimpin) mereka menjawab, “(Tidak), bahkan kamulah yang tidak (mau) menjadi orang mukmin,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Para pemimpin mereka enggan disalahkan. Mereka menjawab, “Tidak, bahkan kamu sendiri-lah yang sejak dahulu tidak ingin menjadi orang mukmin.
وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيْكُمْ مِّنْ سُلْطٰنٍۚ بَلْ كُنْتُمْ قَوْمًا طٰغِيْنَ
sedangkan kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamu menjadi kaum yang melampaui batas.
Tafsir Singkat (Kemenag)
sedangkan kami tidak berkuasa apalagi memaksa terhadapmu, bahkan kamu sendiri yang memilih menjadi kaum yang melampaui batas dalam kesesatanmu.
فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَآ ۖاِنَّا لَذَاۤىِٕقُوْنَ
Maka pantas putusan (azab) Tuhan menimpa kita; pasti kita akan merasakan (azab itu).
Tafsir Singkat (Kemenag)
Maka, sebagai balasan atas kekafiran dan kedurhakaan kita bersama, pantas bila putusan dan azab Tuhan menimpa kita; dan pasti kita semua akan merasakan azab itu.
فَاَغْوَيْنٰكُمْ اِنَّا كُنَّا غٰوِيْنَ
Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami sendiri, orang-orang yang sesat.”
Tafsir Singkat (Kemenag)
Maka, kami telah menyesatkan kamu dengan mengajakmu menyekutukan Allah. Sesungguhnya kami sendiri adalah orang-orang yang sesat dan kamu pun rela mengikuti ajakan sesat kami.”
فَاِنَّهُمْ يَوْمَىِٕذٍ فِى الْعَذَابِ مُشْتَرِكُوْنَ
Maka sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama merasakan azab.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Maka sesungguhnya mereka, baik para pemimpin maupun pengikut, pada hari itu bersama-sama merasakan azab sebagaimana mereka bersekutu dalam kesesatan.
اِنَّا كَذٰلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِيْنَ
Sungguh, demikianlah Kami memperlakukan terhadap orang-orang yang berbuat dosa.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Sungguh, demikianlah ketetapan Kami dalam memperlakukan dan memutuskan hukuman terhadap orang-orang yang berbuat dosa.
اِنَّهُمْ كَانُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَهُمْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ يَسْتَكْبِرُوْنَ ۙ
Sungguh, dahulu apabila dikatakan kepada mereka, “La ilaha illallah” (Tidak ada tuhan selain Allah), mereka menyombongkan diri,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Sungguh, dahulu apabila dikatakan kepada mereka untuk membenarkan kalimat “là ilàha illallàh” dengan mengakui keesaan Allah, mereka justru menentang sambil menyombongkan diri,
وَيَقُوْلُوْنَ اَىِٕنَّا لَتَارِكُوْٓا اٰلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَّجْنُوْنٍ ۗ
dan mereka berkata, “Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami karena seorang penyair gila?”
Tafsir Singkat (Kemenag)
dan ketika diajak untuk menyembah dan mengesakan Allah, mereka berkata, “Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami hanya karena seorang penyair gila?”
بَلْ جَاۤءَ بِالْحَقِّ وَصَدَّقَ الْمُرْسَلِيْنَ
Padahal dia (Muhammad) datang dengan membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya).
Tafsir Singkat (Kemenag)
Mereka menuduh Nabi Muhammad sebagai penyair gila, padahal dia datang kepada mereka dengan membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul sebelumnya.
اِنَّكُمْ لَذَاۤىِٕقُوا الْعَذَابِ الْاَلِيْمِ ۚ
Sungguh, kamu pasti akan merasakan azab yang pedih.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Wahai kaum musyrik, sungguh kamu pasti akan merasakan azab yang pedih di neraka akibat kekafiran, kesesatan, dan perlawananmu terhadap Allah dan rasul-Nya.
وَمَا تُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۙ
Dan kamu tidak diberi balasan melainkan terhadap apa yang telah kamu kerjakan,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Itulah azab bagimu, wahai kaum musyrik, dan kamu tidak diberi balasan dan azab di akhirat melainkan sebagai balasan terhadap kejahatan apa saja yang telah kamu kerjakan. Allah tidak menzalimimu sedikit pun.
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa),
Tafsir Singkat (Kemenag)
Demikianlah siksa pedih yang Allah siapkan bagi orang-orang musyrik, tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari dosa,
اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَّعْلُوْمٌۙ
mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan,
Tafsir Singkat (Kemenag)
mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan tanpa henti,
فَوَاكِهُ ۚوَهُمْ مُّكْرَمُوْنَۙ
(yaitu) buah-buahan. Dan mereka orang yang dimuliakan,
Tafsir Singkat (Kemenag)
yaitu buah-buahan yang beraneka ragam dan rasa. Dan mereka itulah orang yang dimuliakan di sisi Allah.
فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِۙ
di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Mereka dimuliakan di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan dan diiringi kegembiraan.
عَلٰى سُرُرٍ مُّتَقٰبِلِيْنَ
(mereka duduk) berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Mereka duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan sambil bercengkerama.
يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍۢ ۙ
Kepada mereka diedarkan gelas (yang berisi air) dari mata air (surga),
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dalam keadaan demikian, kepada mereka diedarkan gelas yang berisi air khamar dari mata air surga.
بَيْضَاۤءَ لَذَّةٍ لِّلشّٰرِبِيْنَۚ
(warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Air khamar itu berwarna putih bersih lagi sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.
لَا فِيْهَا غَوْلٌ وَّلَا هُمْ عَنْهَا يُنْزَفُوْنَ
Tidak ada di dalamnya (unsur) yang memabukkan dan mereka tidak mabuk karenanya.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Tidak ada di dalamnya unsur yang memabukkan sebagaimana khamar dunia dan mereka tidak mabuk karenanya.
وَعِنْدَهُمْ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِ عِيْنٌ ۙ
Dan di sisi mereka ada (bidadari-bidadari) yang bermata indah, dan membatasi pandangannya,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang bermata indah dan membatasi pandangannya hanya kepada pasangannya.
كَاَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَّكْنُوْنٌ
seakan-akan mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Bidadari-bidadari itu sangat elok, seakan-akan mereka adalah telur yang tersimpan dan terjaga dengan baik dari tangan-tangan yang hendak menyentuh.
فَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَاۤءَلُوْنَ
Lalu mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Para penghuni surga itu bertelekan di atas dipan, lalu mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap dan menceritakan keadaan mereka di dunia.
قَالَ قَاۤىِٕلٌ مِّنْهُمْ اِنِّيْ كَانَ لِيْ قَرِيْنٌۙ
Berkatalah salah seorang di antara mereka, “Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) pernah mempunyai seorang teman,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Berkatalah salah seorang di antara mereka, “Sesungguhnya aku di dunia dahulu pernah mempunyai seorang teman dekat,
يَّقُوْلُ اَىِٕنَّكَ لَمِنَ الْمُصَدِّقِيْنَ
yang berkata, “Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?
Tafsir Singkat (Kemenag)
yang berkata kepadaku dengan penuh keingkaran, “Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan adanya hari kebangkitan pada hari Kiamat nanti?
ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَدِيْنُوْنَ
Apabila kita telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?”
Tafsir Singkat (Kemenag)
Apabila kita telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kita benar-benar akan dibangkitkan dari kubur untuk diberi pembalasan atas perbuatan kita?”
قَالَ هَلْ اَنْتُمْ مُّطَّلِعُوْنَ
Dia berkata, “Maukah kamu meninjau (temanku itu)?”
Tafsir Singkat (Kemenag)
Demikianlah cerita salah sorang penghuni surga kepada kawan-kawannya. Dia pun berkata, “Maukah kamu pergi bersamaku untuk meninjau temanku yang dulu mengingkari hari kebangkitan itu?”
فَاطَّلَعَ فَرَاٰهُ فِيْ سَوَاۤءِ الْجَحِيْمِ
Maka dia meninjaunya, lalu dia melihat (teman)nya itu di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Maka dia bersama temannya meninjaunya, lalu dia melihat teman-nya itu tersiksa di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala.
قَالَ تَاللّٰهِ اِنْ كِدْتَّ لَتُرْدِيْنِ ۙ
Dia berkata, “Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dia pun berkata kepada temannya yang diazab itu, “Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku dengan bujuk rayumu,
وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّيْ لَكُنْتُ مِنَ الْمُحْضَرِيْنَ
dan sekiranya bukan karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).”
Tafsir Singkat (Kemenag)
dan sekiranya bukan karena rahmat dan nikmat Tuhanku, yakni iman dan hidayah dari-Nya, pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret ke neraka bersamamu.
اَفَمَا نَحْنُ بِمَيِّتِيْنَۙ
Maka apakah kita tidak akan mati?
Tafsir Singkat (Kemenag)
Maka apakah kita tidak akan mati di surga ini dan tinggal selamanya dengan penuh kenikmatan?
اِلَّا مَوْتَتَنَا الْاُوْلٰى وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَ
Kecuali kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan diazab (di akhirat ini)?”
Tafsir Singkat (Kemenag)
Kematian yang kita rasakan hanyalah kematian yang pertama saja di dunia, dan kita tidak akan diazab di akhirat ini setelah masuk surga?”
اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
Sungguh, ini benar-benar kemenangan yang agung.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Sungguh kenikmatan surga ini benar-benar kemenangan yang agung, keberuntungan yang besar, dan kebahagiaan abadi.
لِمِثْلِ هٰذَا فَلْيَعْمَلِ الْعٰمِلُوْنَ
Untuk (kemenangan) serupa ini, hendaklah beramal orang-orang yang mampu beramal.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Untuk memperoleh kemenangan dan kebahagiaan serupa ini, hendaklah beramal orang-orang yang mampu beramal semasa hidup di dunia.
اَذٰلِكَ خَيْرٌ نُّزُلًا اَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّوْمِ
Apakah (makanan surga) itu hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Apakah makanan surga itu hidangan yang lebih baik bagi ahli surga, ataukah pohon zaqqum yang pahit dan berbau tidak sedap?
اِنَّا جَعَلْنٰهَا فِتْنَةً لِّلظّٰلِمِيْنَ
Sungguh, Kami menjadikannya (pohon zaqqum itu) sebagai azab bagi orang-orang zalim.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Sungguh, Kami menjadikannya, yakni pohon zaqqum itu, makanan penduduk neraka sebagai azab bagi orang-orang zalim.
اِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِيْٓ اَصْلِ الْجَحِيْمِۙ
Sungguh, itu adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Sungguh, itu adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim. Dahan pohon itu menjulur hingga dasar jurang neraka.
طَلْعُهَا كَاَنَّهٗ رُءُوْسُ الشَّيٰطِيْنِ
Mayangnya seperti kepala-kepala setan.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Mayangnya sangat buruk dan menyeramkan seperti kepala-kepala setan.
فَاِنَّهُمْ لَاٰكِلُوْنَ مِنْهَا فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۗ
Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu), dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqqum).
Tafsir Singkat (Kemenag)
Pohon zaqqum itulah makanan para penghuni neraka. Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya karena tidak ada makanan lain bagi mereka di sana.
ثُمَّ اِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِّنْ حَمِيْمٍۚ
Kemudian sungguh, setelah makan (buah zaqqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Kemudian sungguh, setelah makan buah zaqqum yang pahit itu mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas hingga merusak pencernaan (Lihat pula: Surah Muhammad/47: 15).
ثُمَّ اِنَّ مَرْجِعَهُمْ لَاِلَى الْجَحِيْمِ
Kemudian pasti tempat kembali mereka ke neraka Jahim.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Kemudian, sudah pasti tempat kembali mereka adalah ke neraka Jahim untuk selama-lamanya.
اِنَّهُمْ اَلْفَوْا اٰبَاۤءَهُمْ ضَاۤلِّيْنَۙ
Sesungguhnya mereka mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Orang-orang kafir itu pantas mendapat sengsara dan siksa yang pedih di neraka karena sesungguhnya mereka di dunia dahulu mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat dan menyimpang dari ajaran agama para rasul,
فَهُمْ عَلٰٓى اٰثٰرِهِمْ يُهْرَعُوْنَ
lalu mereka tergesa-gesa mengikuti jejak (nenek moyang) mereka.
Tafsir Singkat (Kemenag)
lalu mereka tergesa-gesa mengikuti jejak nenek moyang mereka tanpa berpikir dan merenung untuk mencari tahu kebenarannya.
وَلَقَدْ ضَلَّ قَبْلَهُمْ اَكْثَرُ الْاَوَّلِيْنَۙ
Dan sungguh, sebelum mereka (Suku Quraisy), telah sesat sebagian besar dari orang-orang yang dahulu,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Orang-orang kafir itu, tidak terkecuali kafir Mekah, mendapati nenek moyang mereka sesat dan mereka dengan serta-merta mengikuti kesesatan tersebut. Dan sungguh, sebelum mereka telah sesat dari hidayah Allah sebagian besar dari orang-orang yang dahulu,
وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا فِيْهِمْ مُّنْذِرِيْنَ
dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul) pemberi peringatan di kalangan mereka.
Tafsir Singkat (Kemenag)
dan sungguh, Kami telah mengutus para rasul pemberi peringatan di kalangan mereka tentang ancaman murka dan siksa Allah, namun mereka mendustakannya.
فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنْذَرِيْنَۙ
Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu ketika mendustakan para rasul.
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ ࣖ
kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa).
Tafsir Singkat (Kemenag)
Mereka dibinasakan oleh Allah, kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan dari dosa. Mereka diselamatkan dari siksa dengan rahmat Allah karena mengikuti ajakan para rasul dan meminta ampunan atas kesalahan mereka.
وَلَقَدْ نَادٰىنَا نُوْحٌ فَلَنِعْمَ الْمُجِيْبُوْنَۖ
Dan sungguh, Nuh telah berdoa kepada Kami, maka sungguh, Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan doa.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Bukti penghancuran para pendurhaka dan penyelamatan hamba-hamba Allah yang saleh tampak pada kisah Nabi Nuh dan kaumnya. Dan sungguh, Nuh telah berdoa kepada Kami perihal kaumnya yang membangkang, maka sungguh Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan doa.
وَنَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيْمِۖ
Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya dari bencana yang besar.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya dari bencana yang besar, yaitu banjir yang sangat dahsyat.
وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهٗ هُمُ الْبٰقِيْنَ
Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan Kami muliakan Nabi Nuh dengan men-jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan setelah peristiwa banjir itu surut.
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ
Dan Kami abadikan untuk Nuh (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian;
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan Kami abadikan untuk Nabi Nuh pujian yang bagus dan buah tutur yang indah di kalangan orang-orang yang datang kemudian.
سَلٰمٌ عَلٰى نُوْحٍ فِى الْعٰلَمِيْنَ
”Kesejahteraan (Kami limpahkan) atas Nuh di seluruh alam.”
Tafsir Singkat (Kemenag)
Kesejahteraan Kami limpahkan atas Nuh di seluruh alam.
اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Sungguh, demikianlah imbalan itu Kami berikan kepada Nabi Nuh, dan Kami pun akan memberi balasan dan imbalan kepada orang-orang yang berbuat baik.
اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ
Sungguh, dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Nabi Nuh adalah orang yang berbuat baik karena sungguh, dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman, jujur, dan ikhlas.
ثُمَّ اَغْرَقْنَا الْاٰخَرِيْنَ
Kemudian Kami tenggelamkan yang lain.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Kemudian Kami tenggelamkan yang lain akibat kekafiran mereka.
وَاِنَّ مِنْ شِيْعَتِهٖ لَاِبْرٰهِيْمَ ۘ
Dan sungguh, Ibrahim termasuk golongannya (Nuh).
Tafsir Singkat (Kemenag)
Di antara para rasul yang Kami utus kepada umat terdahulu adalah Nabi Ibrahim. Dan sungguh, Nabi Ibrahim adalah termasuk golongannya, yaitu penerus ajaran dan agama Nabi Nuh.
اِذْ جَاۤءَ رَبَّهٗ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۙ
(Ingatlah) ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Nabi Ibrahim adalah kekasih Allah. Ingatlah ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci bersih dari keyakinan batil dan akhlak tercela sehingga dalam hatinya hanya ada ketaatan dan kecintaan kepada Allah.
اِذْ قَالَ لِاَبِيْهِ وَقَوْمِهٖ مَاذَا تَعْبُدُوْنَ ۚ
(ingatlah) ketika dia berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “Apakah yang kamu sembah itu?
Tafsir Singkat (Kemenag)
Ingatlah ketika dia dengan maksud mengingatkan berkata kepada ayah dan kaumnya, “Apakah yang kamu sembah itu?
اَىِٕفْكًا اٰلِهَةً دُوْنَ اللّٰهِ تُرِيْدُوْنَۗ
Apakah kamu menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah itu?
Tafsir Singkat (Kemenag)
Apakah kamu menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah itu sehingga kamu menganggap benar apa yang kamu lakukan?
فَمَا ظَنُّكُمْ بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Maka bagaimana anggapanmu terhadap Tuhan seluruh alam?”
Tafsir Singkat (Kemenag)
Hanya Allah yang patut disembah. Maka, bagaimana anggapanmu terhadap Tuhan seluruh alam jika kalian mengingkari-Nya, bahkan menyembah selain Dia?
فَنَظَرَ نَظْرَةً فِى النُّجُوْمِۙ
Lalu dia memandang sekilas ke bintang-bintang,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Demikianlah Nabi Ibrahim mengingatkan ayah dan kaumnya agar meninggalkan kemusyrikan, lalu dia memandang sekilas ke bintang-bintang untuk berpikir,
فَقَالَ اِنِّيْ سَقِيْمٌ
kemudian dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku sakit.”
Tafsir Singkat (Kemenag)
kemudian dia menemukan alasan untuk tidak pergi bersama kaumnya dalam acara perayaan, lalu dia berkata, “Sesungguhnya aku sakit.”
فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِيْنَ
Lalu mereka berpaling dari dia dan pergi meninggalkannya.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Mendengar jawaban Nabi Ibrahim, lalu mereka berpaling dari dia dan pergi meninggalkannya menuju tempat perayaan sesat itu berlangsung.
فَرَاغَ اِلٰٓى اٰلِهَتِهِمْ فَقَالَ اَلَا تَأْكُلُوْنَۚ
Kemudian dia (Ibrahim) pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu dia berkata, “Mengapa kamu tidak makan?
Tafsir Singkat (Kemenag)
Tidak lama kemudian dia, yakni Nabi Ibrahim, pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu dia berkata kepadanya dengan nada mengejek “Mengapa kamu tidak makan sajian yang mereka sediakan untukmu?
مَا لَكُمْ لَا تَنْطِقُوْنَ
Mengapa kamu tidak menjawab?”
Tafsir Singkat (Kemenag)
Mengapa kamu tidak menjawab sepatah kata pun?”
فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا ۢبِالْيَمِيْنِ
Lalu dihadapinya (berhala-berhala) itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya hingga hancur.
فَاَقْبَلُوْٓا اِلَيْهِ يَزِفُّوْنَ
Kemudian mereka (kaumnya) datang bergegas kepadanya.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Hancurnya berhala-berhala itu diketahui oleh kaum Nabi Ibrahim, kemudian mereka datang bergegas kepadanya dengan penuh amarah.
قَالَ اَتَعْبُدُوْنَ مَا تَنْحِتُوْنَۙ
Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?
Tafsir Singkat (Kemenag)
Nabi Ibrahim tidak gentar menghadapi amarah kaumnya. Dia dengan percaya diri berkata, “Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu? Bagaimana mungkin kalian menyembah buah karya kalian sendiri?
وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُوْنَ
Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.”
Tafsir Singkat (Kemenag)
Mengapa kamu tidak menyembah Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu?”
قَالُوا ابْنُوْا لَهٗ بُنْيَانًا فَاَلْقُوْهُ فِى الْجَحِيْمِ
Mereka berkata, “Buatlah bangunan (perapian) untuknya (membakar Ibrahim); lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu.”
Tafsir Singkat (Kemenag)
Kaum yang kafir itu kalah dalam beradu argumen dengan Nabi Ibrahim, kemudian mereka berkata, “Buatlah bangunan perapian untuk kita membakar-nya; lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu.”
فَاَرَادُوْا بِهٖ كَيْدًا فَجَعَلْنٰهُمُ الْاَسْفَلِيْنَ
Maka mereka bermaksud memperdayainya dengan (membakar)nya, (namun Allah menyelamatkannya), lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang hina.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Maka mereka bermaksud memperdayainya dengan cara membakar-nya, namun Allah menyelamatkan dia dari kobaran api, lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang hina dan kalah.
وَقَالَ اِنِّيْ ذَاهِبٌ اِلٰى رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ
Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku harus pergi (menghadap) kepada Tuhanku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Nabi Ibrahim selamat dari upaya pembunuhan oleh kaumnya, dan dia berkata, “Sesungguhnya aku harus pergi berhijrah menuju tempat yang memungkinkan aku mendekatkan diri kepada Tuhanku dan mengajak umatku menuju tauhid. Dia pasti akan memberi petunjuk kepadaku dan orang-orang yang mengikuti jalan kebenaran. Ayat ini menganjurkan berhijrah dari suatu tempat ketika dakwah dan pengamalan agama mendapat tekanan dan penindasan.
رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh.”
Tafsir Singkat (Kemenag)
100. Setelah menjelaskan dialog Nabi Ibrahim dengan kaumnya yang ingkar, pada ayat berikut Allah beralih mengisahkan dialog Nabi Ibrahim dengan putranya, Isma’il, tentang perintah Allah. Dia berdoa kepada Allah, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang termasuk golongan orang yang saleh dan taat menjalankan perintah-Mu dan membela agama-Mu.”
فَبَشَّرْنٰهُ بِغُلٰمٍ حَلِيْمٍ
Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail).
Tafsir Singkat (Kemenag)
Kami kabulkan doa Nabi Ibrahim tersebut, maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan kelahiran seorang anak yang sangat sabar, cerdas, dan santun. Dialah Ismail.
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ
Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”
Tafsir Singkat (Kemenag)
Maka ketika anak itu sampai pada usia sanggup berusaha bersamanya, Nabi Ibrahim berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku dalam mimpiku itu diperintah oleh Allah untuk menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dengan penuh kepasrahan kepada Allah dan ketaatan pada ayahnya, dia menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan oleh Allah kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar dalam melaksanakan perintah-Nya.”
فَلَمَّآ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِۚ
Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (untuk melaksanakan perintah Allah).
Tafsir Singkat (Kemenag)
Maka ketika keduanya telah berserah diri, patuh, dan bertawakal kepada Allah, dia pun membaringkan anaknya atas pelipis-nya ke tanah agar tidak melihat wajah anaknya saat dia menyembelihnya.
وَنَادَيْنٰهُ اَنْ يّٰٓاِبْرٰهِيْمُ ۙ
Lalu Kami panggil dia, “Wahai Ibrahim!
Tafsir Singkat (Kemenag)
Nabi Ibrahim berbuat demikian supaya keteguhan hatinya dalam melaksanakan perintah Allah tidak terganggu. Ketika pisaunya dia ayunkan, lalu Kami panggil dia dari arah bukit, “Wahai Ibrahim!
قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا ۚاِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu sebagai perintah Allah yang wajib engkau laksanakan.” Sungguh, demikianlah tugas yang membutuhkan kesabaran dan pengorbanan tinggi. Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dan ikhlas dalam beramal.
اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْبَلٰۤؤُا الْمُبِيْنُ
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Sesungguhnya perintah ini benar-benar suatu ujian yang nyata dari Allah untuk menguji keimanan dan ketaatan hamba terhadap perintah-Nya.
وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ
Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan ketika Nabi Ibrahim dan anaknya membuktikan keteguhan dan ketulusan mereka dalam menerima ujian Allah, Kami tebus anak itu dengan seekor domba sembelihan yang besar.
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ
Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan karena kepatuhannya pula Kami abadikan untuk Nabi Ibrahim buah tutur yang indah dan pujian yang baik di kalangan orang-orang yang datang kemudian hingga akhir zaman (Lihat pula: Surah asy-Syu‘arà’/26: 84).
سَلٰمٌ عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ
”Selamat sejahtera bagi Ibrahim.”
Tafsir Singkat (Kemenag)
Kepadanya Kami sampaikan pula ucapan “Selamat sejahtera bagi Nabi Ibrahim” sebagai penghargaan kepadanya.
كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Demikianlah imbalan itu Kami berikan kepadanya, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan imbalan pahala di sisi Kami.
اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ
Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman, jujur, patuh, dan ikhlas dalam melaksanakan perintah Kami.
وَبَشَّرْنٰهُ بِاِسْحٰقَ نَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishak seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan di samping buah tutur dan pujian yang indah bagi Nabi Ibrahim sepanjang masa, Kami beri pula dia kabar gembira melalui malaikat dengan kelahiran putra keduanya, yaitu Nabi Ishak. Kelak dia juga menjadi seorang nabi yang termasuk golongan orang-orang yang saleh dan berilmu (Lihat pula: Surah Hùd/11: 69–73 dan až-Žàriyàt/51: 24–30).
وَبٰرَكْنَا عَلَيْهِ وَعَلٰٓى اِسْحٰقَۗ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِمَا مُحْسِنٌ وَّظَالِمٌ لِّنَفْسِهٖ مُبِيْنٌ ࣖ
Dan Kami limpahkan keberkahan kepadanya dan kepada Ishak. Dan di antara keturunan keduanya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan demikianlah Kami limpahkan keberkahan kepadanya dan kepada Nabi Ishak dengan nikmat kenabian. Dan di antara keturunan keduanya ada yang berbuat baik, menaati perintah Allah, dan menyeru ke jalan yang benar sehingga diangkat oleh Allah menjadi nabi dan rasul, dan ada pula dari keturunannya yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri dengan mengingkari nikmat Allah dan berbuat kerusakan sehingga Allah menurunkan kepada mereka azab yang sangat pedih.
وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلٰى مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ ۚ
Dan sungguh, Kami telah melimpahkan nikmat kepada Musa dan Harun.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan kenikmatan serta keberkahan sungguh merupakan janji Allah bagi orang-orang yang berbuat kebajikan. Sebagaimana karunia itu Kami berikan kepada Nabi Ibrahim dan putra-putranya, Kami telah melimpahkan pula nikmat yang besar kepada Nabi Musa dan Nabi Harun. Kami jadikan keduanya rasul dan Kami dukung mereka untuk membebaskan Bani Israil dari perbudakan Fir'aun dan mengembalikan me-reka ke negeri asalnya.
وَنَجَّيْنٰهُمَا وَقَوْمَهُمَا مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيْمِۚ
Dan Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari bencana yang besar,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Selain itu, Kami beri mereka enam kenikmatan lain. Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari Fir'aun yang menindas, memperbudak, dan membunuh bayi laki-laki mereka agar keturunan mereka punah.
وَنَصَرْنٰهُمْ فَكَانُوْا هُمُ الْغٰلِبِيْنَۚ
dan Kami tolong mereka, sehingga jadilah mereka orang-orang yang menang.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan Kami tolong mereka dari kejaran Fir'aun dan tentaranya sehingga jadilah mereka orang-orang yang menang, selamat, dan kembali ke negeri asal mereka dengan merdeka.
وَاٰتَيْنٰهُمَا الْكِتٰبَ الْمُسْتَبِيْنَ ۚ
Dan Kami berikan kepada keduanya Kitab yang sangat jelas,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan kami berikan kepada keduanya Kitab Taurat yang berisi ketentuan dan petunjuk yang sangat jelas, baik untuk kebahagiaan dunia maupun akhirat (Lihat Surah al-Anbiya'/ 21: 48).
وَهَدَيْنٰهُمَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۚ
dan Kami tunjukkan keduanya jalan yang lurus.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Keduanya mewariskan kitab itu kepada Bani Israil untuk menjadi pegangan hidup (Lihat Surah Ghafir/ 40: 53-54). Dan Kami tunjukkan keduanya jalan yang lurus menuju kebahagiaan hakiki.
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِمَا فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ
Dan Kami abadikan untuk keduanya (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan Kami abadikan untuk keduanya pujian dan kemuliaan yang mengharumkan nama keduanya dikalangan orang-orang yang datang kemudian.
سَلٰمٌ عَلٰى مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ
”Selamat sejahtera bagi Musa dan Harun.”
Tafsir Singkat (Kemenag)
Pujian yang indah itu diiringi ucapan, "Selamat sejahtera bagi Musa dan Harun," sehingga nama keduanya dikenang sepanjang masa.
اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, rela berkorban, dan sabar dalam memperjuangkan ajaran tauhid.
اِنَّهُمَا مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ
Sungguh, keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Karena keteguhan dan kesabaran mereka, sungguh keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman dengan tulus.
وَاِنَّ اِلْيَاسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۗ
Dan sungguh, Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan sebagaimana Musa dan Harun, sungguh Nabi Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul dari kalangan Bani Israil yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan risalah kepada penduduk Baalbek (sekarang wilayah Lebanon).
اِذْ قَالَ لِقَوْمِهٖٓ اَلَا تَتَّقُوْنَ
(Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu tidak bertakwa?
Tafsir Singkat (Kemenag)
Ingatlah ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu tidak bertakwa, mengesakan, dan menaati perintah Allah? Dialah Tuhan yang telah menciptakan kamu.
اَتَدْعُوْنَ بَعْلًا وَّتَذَرُوْنَ اَحْسَنَ الْخَالِقِيْنَۙ
Patutkah kamu menyembah Ba’l dan kamu tinggalkan (Allah) sebaik-baik pencipta.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Patutkah kamu menyembah Ba’l, seonggok benda mati yang tidak bisa memberi manfaat dan menolak malapetaka, dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta yang ciptaannya tidak bisa ditandingi oleh siapa pun?
اللّٰهَ رَبَّكُمْ وَرَبَّ اٰبَاۤىِٕكُمُ الْاَوَّلِيْنَ
(Yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yang terdahulu?”
Tafsir Singkat (Kemenag)
Pencipta itu adalah Allah, Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yang terdahulu, yaitu Nabi Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa, Harun, dan lainnya.”
فَكَذَّبُوْهُ فَاِنَّهُمْ لَمُحْضَرُوْنَۙ
Tetapi mereka mendustakannya (Ilyas), maka sungguh, mereka akan diseret (ke neraka),
Tafsir Singkat (Kemenag)
Nabi Ilyas telah memberi penjelasan kepada kaumnya, tetapi mereka tetap mendustakannya dan memilih kemusyrikan. Maka, sebagai akibatnya, sungguh mereka akan diseret ke neraka,
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa),
Tafsir Singkat (Kemenag)
kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan dari dosa karena telah meninggalkan perbuatan syirik, menghiasi diri dengan amal saleh, dan ikhlas melaksanakan perintah-Nya.
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۙ
Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan karena kesabaran serta ketabahannya dalam menyampaikan agama tauhid, Kami abadikan untuk Nabi Ilyas suatu pujian yang mulia di kalangan orang-orang yang datang kemudian.
سَلٰمٌ عَلٰٓى اِلْ يَاسِيْنَ
”Selamat sejahtera bagi Ilyas.”
Tafsir Singkat (Kemenag)
dan Kami ucapkan pula kepadanya,”Selamat sejahtera bagi Ilyas,” yakni namanya selalu disebut di kalangan semua makhluk.
اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, taat dan sabar dalam memperjuangkan penegakan agama tauhid.
اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ
Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Sungguh, dia benar-benar termasuk hamba-hamba Kami yang beriman, yang jujur dalam keimanannya, dan ikhlas dalam melaksanakan perintah Allah.
وَاِنَّ لُوْطًا لَّمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۗ
Dan sungguh, Lut benar-benar termasuk salah seorang rasul.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Bila nabi-nabi yang disebutkan sebelumnya berasal dari garis keturunan Nabi Ibrahim, nabi berikut ini merupakan anak paman Nabi Ibrahim yang berjuang bersamanya dalam menyampaikan risalah Allah. Dialah Nabi Lut. Dan sungguh, Nabi Lut benar-benar termasuk salah seorang yang Allah pilih menjadi rasul untuk berdakwah kepada penduduk Sodom.
اِذْ نَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗٓ اَجْمَعِيْۙنَ
(Ingatlah) ketika Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya semua,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Ingatlah ketika Kami telah menyelamatkan dia, keluarganya yang beriman, dan pengikutnya semua dari azab Allah,
اِلَّا عَجُوْزًا فِى الْغٰبِرِيْنَ
kecuali seorang perempuan tua (istrinya) bersama-sama orang yang tinggal (di kota).
Tafsir Singkat (Kemenag)
kecuali seorang perempuan tua, yaitu istrinya. Kami sisakan perempuan tua yang kafir itu bersama-sama orang yang tinggal di kota tersebut.
ثُمَّ دَمَّرْنَا الْاٰخَرِيْنَ
Kemudian Kami binasakan orang-orang yang lain.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Kemudian, Kami binasakan orang-orang yang lain yang tetap tinggal di kota itu akibat penolakan mereka terhadap ajakan Nabi Lut untuk menempuh jalan yang benar.
وَاِنَّكُمْ لَتَمُرُّوْنَ عَلَيْهِمْ مُّصْبِحِيْنَۙ
Dan sesungguhnya kamu (penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka pada waktu pagi,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan sesungguhnya kamu, wahai penduduk Mekah, benar-benar akan melalui sisa-sisa reruntuhan rumah-rumah mereka dalam perjalanan dagangmu ke Syam pada waktu pagi
وَبِالَّيْلِۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ ࣖ
dan pada waktu malam. Maka mengapa kamu tidak mengerti?
Tafsir Singkat (Kemenag)
dan pada waktu malam. Maka, mengapa kamu tidak mengerti dan memikirkan azab yang telah mereka terima akibat kekafiran mereka? Allah memberimu kesempatan menyaksikan peninggalan kaum yang durhaka itu agar kamu beriman dan takut akan azab-Nya.
وَاِنَّ يُوْنُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۗ
Dan sungguh, Yunus benar-benar termasuk salah seorang rasul,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Usai menceritakan perjuangan dakwah Nabi Lut yang bukan berasal dari Bani Israil, Allah kembali menuturkan dakwah nabi dari Bani Israil, Nabi Yunus. Dan sungguh, Yunus benar-benar termasuk salah seorang rasul yang Allah utus untuk menyampaikan risalah kepada penduduk Ninawa (sekarang wilayah Irak) agar menyembah Allah dan meninggalkan berhala sesembahan mereka.
اِذْ اَبَقَ اِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِۙ
(ingatlah) ketika dia lari, ke kapal yang penuh muatan,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Ingatlah ketika dia lari dan pergi meninggalkan kaumnya padahal Allah tidak memperkenankan kepergiannya, lalu dia naik ke kapal yang penuh dengan muatan hingga hampir tenggelam.
فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِيْنَۚ
kemudian dia ikut diundi ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah (dalam undian).
Tafsir Singkat (Kemenag)
Melihat kondisi ini kemudian para penumpang melakukan pengundian, di mana dia ikut diundi untuk menentukan penumpang yang kalah dan harus diceburkan ke laut.
فَالْتَقَمَهُ الْحُوْتُ وَهُوَ مُلِيْمٌ
Maka dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian itu. Maka dia pun diceburkan hingga dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela karena meninggalkan kaumnya tanpa izin Allah.
فَلَوْلَآ اَنَّهٗ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِيْنَ ۙ
Maka sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berzikir (bertasbih) kepada Allah,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Menanggapi tindakan Nabi Yunus itu maka Allah menegaskan bahwa sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berzikir dan bertasbih terus-menurus kepada Allah,
لَلَبِثَ فِيْ بَطْنِهٖٓ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَۚ
niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu) sampai hari kebangkitan.
Tafsir Singkat (Kemenag)
niscaya dia akan tetap tinggal diperut ikan yang menelannya itu sampai hari kebangkitan.
فَنَبَذْنٰهُ بِالْعَرَاۤءِ وَهُوَ سَقِيْمٌ ۚ
Kemudian Kami lemparkan dia ke daratan yang tandus, sedang dia dalam keadaan sakit.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Setelah Nabi Yunus beberapa lama berada di dalam perut ikan dalam kondisi gelap, sempit, dan sesak nafas, kemudian Kami keluarkan dan lemparkan dia ke daratan yang tandus tanpa pepohonan di sana, sedang dia dalam keadaan sakit dan tidak berdaya.
وَاَنْۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّنْ يَّقْطِيْنٍۚ
Kemudian untuk dia Kami tumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dengan kemurahan-Ku, untuk dia Kami tumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu sebagai makanan yang segar, lezat, dan bergizi sehingga kekuatan dan kesehatannya berangsur pulih.
وَاَرْسَلْنٰهُ اِلٰى مِائَةِ اَلْفٍ اَوْ يَزِيْدُوْنَۚ
Dan Kami utus dia kepada seratus ribu (orang) atau lebih,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan setelah pulih, Kami utus dia kembali kepada kaumnya yang saat itu berjumlah seratus ribu orang atau lebih. Kedatangannya disambut gembira karena mereka menunggu seorang rasul yang membimbing mereka menuju keimanan.
فَاٰمَنُوْا فَمَتَّعْنٰهُمْ اِلٰى حِيْنٍ
sehingga mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Mereka sadar bahwa Allah dengan kasih sayang-Nya telah menyelamatkan mereka dari azab yang tampak di depan mata, sehingga mereka benar-benar beriman kepada Allah dengan tulus. Karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu, yaitu akhir hayat mereka. Anugerah semacam ini hanya Allah karuniakan kepada umat Nabi Yunus (Lihat pula: Surah Yùnus/10: 98).
فَاسْتَفْتِهِمْ اَلِرَبِّكَ الْبَنَاتُ وَلَهُمُ الْبَنُوْنَۚ
Maka tanyakanlah (Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah), “Apakah anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka anak-anak laki-laki?”
Tafsir Singkat (Kemenag)
Kisah para nabi ini menjadi pelajaran bagi generasi sesudahnya. Mereka, seperti halnya Nabi Muhammad, diutus untuk menyampaikan risalah tauhid kepada umatnya, mengajak mereka untuk mengesakan Allah dan menyucikan Allah dari hal-hal yang tidak patut. Maka tanyakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada mereka yang ingkar dari umatmu, apakah mereka menisbatkan anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka sendiri mereka memilih anak-anak laki-laki?
اَمْ خَلَقْنَا الْمَلٰۤىِٕكَةَ اِنَاثًا وَّهُمْ شَاهِدُوْنَ
atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan sedangkan mereka menyaksikan(nya)?
Tafsir Singkat (Kemenag)
Atau tanyakanlah kepada mereka apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat sebagai hamba Allah berupa makhluk berjenis kelamin perempuan, sedangkan mereka menyaksikan hal itu? Sungguh, mereka akan diminta pertanggungjawaban di akhirat atas tuduhan mereka itu (Lihat pula: Surah az-Zukhruf/43: 19).
اَلَآ اِنَّهُمْ مِّنْ اِفْكِهِمْ لَيَقُوْلُوْنَۙ
Ingatlah, sesungguhnya di antara kebohongannya mereka benar-benar mengatakan,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Wahai Nabi Muhammad, ingatlah sesungguhnya di antara kebohongannya yang lain adalah bahwa mereka benar-benar mengatakan,
وَلَدَ اللّٰهُ ۙوَاِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَۙ
”Allah mempunyai anak.” Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta,
Tafsir Singkat (Kemenag)
“Allah mempunyai anak.” Mahasuci Allah. Tiada sekutu bagi-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta karena tuduhan mereka tidak berdasar sama sekali.
اَصْطَفَى الْبَنَاتِ عَلَى الْبَنِيْنَۗ
apakah Dia (Allah) memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki?
Tafsir Singkat (Kemenag)
Apakah untuk diri-Nya sendiri Dia lebih memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki? Mereka menuduh para malaikat sebagai anak-anak perempuan Allah.
مَا لَكُمْۗ كَيْفَ تَحْكُمُوْنَ
Mengapa kamu ini? Bagaimana (caranya) kamu menetapkan?
Tafsir Singkat (Kemenag)
Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada mereka, “Mengapa kamu beranggapan buruk seperti ini kepada Allah? Bagaimana kamu bisa menetapkan bahwa Allah memilih anak perempuan, padahal kamu sendiri tidak menyukainya?
اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَۚ
Maka mengapa kamu tidak memikirkan?
Tafsir Singkat (Kemenag)
Maka, mengapa kamu tidak memikirkan bagaimana jika Allah memiliki anak? Dia Mahakuasa dan Maha Esa dalam menciptakan dan mengaturnya alam semesta.
اَمْ لَكُمْ سُلْطٰنٌ مُّبِيْنٌۙ
Ataukah kamu mempunyai bukti yang jelas?
Tafsir Singkat (Kemenag)
Ataukah kamu mem­punyai bukti yang jelas atas kebenaran prasangka burukmu itu?
فَأْتُوْا بِكِتٰبِكُمْ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
(Kalau begitu) maka bawalah kitabmu jika kamu orang yang benar.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Jika demikian adanya maka bawalah kitabmu ke hadapan kami dan tunjukkanlah bukti yang membenarkan pernyataanmu jika kamu memang orang yang benar.
وَجَعَلُوْا بَيْنَهٗ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَبًا ۗوَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ اِنَّهُمْ لَمُحْضَرُوْنَۙ
Dan mereka mengadakan (hubungan) nasab (keluarga) antara Dia (Allah) dan jin. Dan sungguh, jin telah mengetahui bahwa mereka pasti akan diseret (ke neraka),
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan mereka juga menganggap bahwa Allah mengadakan hubungan nasab antara Dia dan jin. Alangkah buruk anggapan tersebut, dan sungguh jin yang menyesatkan manusia telah mengetahui bahwa mereka pasti akan diseret ke neraka.
سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يَصِفُوْنَۙ
Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Mahasuci dan Mahamulia Allah dari apa yang mereka sifatkan. Dia suci dari segala sifat-sifat yang menyamai makhluk-Nya. Mereka yang menyematkan sifat-sifat tersebut kepada Allah akan diseret ke neraka.
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa).
Tafsir Singkat (Kemenag)
Demikianlah, kecuali hamba-hamba Allah yang dipilih; mereka disucikan dari dosa karena menyembah Allah dengan ikhlas dan tidak mempunyai pandangan salah tentang-Nya.
فَاِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُوْنَۙ
Maka sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah itu,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Maka ketahuilah wahai orang-orang musyrik, sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah itu, yaitu patung dan berhala, serta segala upayamu untuk menyesatkan orang lain,
مَآ اَنْتُمْ عَلَيْهِ بِفَاتِنِيْنَۙ
tidak akan dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah,
Tafsir Singkat (Kemenag)
tidak akan dapat menyesatkan seseorang terhadap Allah,
اِلَّا مَنْ هُوَ صَالِ الْجَحِيْمِ
kecuali orang-orang yang akan masuk ke neraka Jahim.
Tafsir Singkat (Kemenag)
kecuali menyesatkan orang-orang yang telah ditetapkan akan masuk ke neraka Jahim akibat langgeng dalam kekafirannya. Sementara itu, orang yang menempuh jalan kebenaran akan selamat dari tipu daya setan sehingga selamat dari siksa neraka.
وَمَا مِنَّآ اِلَّا لَهٗ مَقَامٌ مَّعْلُوْمٌۙ
Dan tidak satu pun di antara kami (malaikat) melainkan masing-masing mempunyai kedudukan tertentu,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Malaikat bukanlah anak-anak perempuan Allah sebagaimana tuduhan orang musyrik. Mereka hanyalah hamba-hamba Allah yang patuh pada perintah-Nya. Malaikat berkata, “Dan tidak satu pun di antara kami melainkan masing-masing mempunyai kedudukan tertentu dalam melaksanakan tugas dan mengabdi kepada Allah,
وَاِنَّا لَنَحْنُ الصَّۤافُّوْنَۖ
dan sesungguhnya kami selalu teratur dalam barisan (dalam melaksanakan perintah Allah).
Tafsir Singkat (Kemenag)
dan sesungguhnya kami selalu teratur dalam barisan untuk melaksanakan perintah-Nya.
وَاِنَّا لَنَحْنُ الْمُسَبِّحُوْنَ
Dan sungguh, kami benar-benar terus bertasbih (kepada Allah).
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan sungguh, kami benar-benar terus bertasbih, menyucikan dan mengagungkan asma-Nya dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya.
وَاِنْ كَانُوْا لَيَقُوْلُوْنَۙ
Dan sesungguhnya mereka (orang kafir Mekah) benar-benar pernah berkata,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Orang-orang kafir selalu mencari pembenaran atas kekafiran mereka, tidak terkecuali mereka yang hidup sebelum Nabi Muhammad. Dan sesungguhnya mereka benar-benar pernah berkata,
لَوْ اَنَّ عِنْدَنَا ذِكْرًا مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ
”Sekiranya di sisi kami ada sebuah kitab dari (kitab-kitab yang diturunkan) kepada orang-orang dahulu,
Tafsir Singkat (Kemenag)
“Sekiranya di sisi kami ada sebuah kitab dari Allah yang dibawa oleh seorang rasul sebagaimana Taurat dan Injil yang diturunkan kepada orang-orang dahulu,
لَكُنَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
tentu kami akan menjadi hamba Allah yang disucikan (dari dosa).”
Tafsir Singkat (Kemenag)
tentu kami akan menjadi hamba Allah yang disucikan dari dosa. Kami akan beriman kepada Allah, beribadah dengan ikhlas, dan tidak akan mengingkari syariat yang diturunkan kepada kami.”
فَكَفَرُوْا بِهٖۚ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ
Tetapi ternyata mereka mengingkarinya (Al-Qur'an); maka kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu).
Tafsir Singkat (Kemenag)
Akan Tetapi, setelah Allah menurunkan Al-Qur’an kepada mereka sebagai pedoman untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, ternyata mereka mengingkarinya (Lihat pula: Surah Fàtir/35: 42), maka kelak mereka akan mengetahui akibat keingkaran mereka itu.
وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِيْنَ ۖ
Dan sungguh, janji Kami telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Sekalipun para rasul menghadapi rintangan berat dalam dakwahnya, pada akhirnya kebenaran akan menang, sesuai janji Allah. Dan sungguh, janji Kami telah tetap sejak semula bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul,
اِنَّهُمْ لَهُمُ الْمَنْصُوْرُوْنَۖ
(yaitu) mereka itu pasti akan mendapat pertolongan.
Tafsir Singkat (Kemenag)
yaitu bahwa mereka itu pasti akan mendapat pertolongan dari Allah.
وَاِنَّ جُنْدَنَا لَهُمُ الْغٰلِبُوْنَ
Dan sesungguhnya bala tentara Kami itulah yang pasti menang.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan benarlah, sesungguhnya bala tentara Kami, para rasul dan pengikut mereka, itulah yang pasti menang karena telah membela agama Allah (Lihat pula: Surah Gàfir/40: 51).
فَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتّٰى حِيْنٍۙ
Maka berpalinglah engkau (Muhammad) dari mereka sampai waktu tertentu,
Tafsir Singkat (Kemenag)
Wahai Nabi Muhammad, demikianlah janji Allah. Maka berpalinglah engkau dari mereka yang musyrik itu sampai waktu tertentu, yaitu waktu datangnya azab bagi mereka di dunia atau datangnya dukungan Allah yang menguatkan dan memenangkanmu atas mereka.
وَّاَبْصِرْهُمْۗ فَسَوْفَ يُبْصِرُوْنَ
dan perlihatkanlah kepada mereka, maka kelak mereka akan melihat (azab itu).
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan perlihatkanlah kepada mereka gambaran azab yang akan Allah timpakan kepada orang-orang yang ingkar, maka kelak mereka akan melihat dan merasakan azab itu.
اَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُوْنَ
Maka apakah mereka meminta agar azab Kami disegerakan?
Tafsir Singkat (Kemenag)
Setelah engkau laksanakan perintah Allah tersebut, maka perhatikanlah apakah mereka merasa takut atau bergeming seraya meminta kepadamu, dengan nada mengejek, agar azab Kami disegerakan menimpa mereka.
فَاِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمْ فَسَاۤءَ صَبَاحُ الْمُنْذَرِيْنَ
Maka apabila (siksaan) itu turun di halaman mereka, maka sangat buruklah pagi hari bagi orang-orang yang diperingatkan itu.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Maka sungguh, apabila azab itu benar-benar turun di halaman atau pekarangan rumah mereka, maka sangat buruklah pagi hari tersebut bagi orang-orang yang diperingatkan itu. Mereka menyaksikan azab itu tetapi tidak mampu menyelamatkan diri dan harta mereka. Itulah hari kekalahan mereka.
وَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتّٰى حِيْنٍۙ
Dan berpalinglah engkau dari mereka sampai waktu tertentu.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan jika mereka tetap angkuh dan sombong setelah engkau peringatkan, berpalinglah engkau dari mereka sampai waktu tertentu ketika mereka menerima azab Allah.
وَّاَبْصِرْۗ فَسَوْفَ يُبْصِرُوْنَ
Dan perlihatkanlah, maka kelak mereka akan melihat (azab itu).
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan perlihatkanlah kembali gambaran azab itu kepada mereka, maka kelak mereka benar-benar akan melihat azab itu datang akibat kekafiran mereka.
سُبْحٰنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَۚ
Mahasuci Tuhanmu, Tuhan Yang Mahaperkasa dari sifat yang mereka katakan.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Mahasuci Tuhanmu, Pemilik kemuliaan yang hakiki, Tuhan Yang Mahaperkasa lagi suci dari sifat tidak baik yang mereka katakan dan nisbatkan kepada-Nya.
وَسَلٰمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَۚ
Dan selamat sejahtera bagi para rasul.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan Allah menyampaikan ucapan selamat sejahtera bagi para rasul pembawa risalah.
وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ࣖ
Dan segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.
Tafsir Singkat (Kemenag)
Dan ungkapan yang pantas ditujukan kepada Allah adalah pengakuan bahwa segala puji hanya layak bagi Allah Tuhan seluruh alam. Dia Mahakuasa, Maha Esa, dan Mahaperkasa. Dia menolong hamba-Nya yang berhak dan menyiksa siapa saja yang menentang risalah-Nya.
Web Masjid